<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js? Cara Menanam Padi yang Baik dan Menghasilkan - Yoga Riski
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menanam Padi yang Baik dan Menghasilkan

Menanam padi yang baik dan menguntukan. Padi merupakan salah satu tanaman budidaya yang penting utama bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, karena olahan dari padi atau nasi itu sendiri merupakan makanan pokok untuk orang Indonesia. Hal ini didukung oleh iklim negara Indonesia yang bersifat tropis, sehingga tanaman padi ini dapat tumbuh dengan subur.

menanam padi


Untuk mendapatkan panen yang melimpah, perlu adanya pengetahuan tentang cara menanam padi yang baik dan menghasilkan. Meskipun padi merupakan bahan makanan pokok, dan negara Indonesia pun dijuluki negara agraris, namun produksi padi nasional belumlah mencukupi kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Belom lagi dengan adanya banyaknya kendala yang serimg di jumpai di saat proses penanaman padi hingga sampai proses panen. Bahkan banyak petani sering merugi akibat akibat serangan hama dan pengelolaan  lahan yang kurang tepat.

Tanaman padi yang sehat merupakan langkah kunci awal yang harus benar-benar dipenuhi agar produktivitas lahan pertanian semakin tinggi. Maka sedari semula tanaman padi harus diperlakukan dengan baik, agar unsur hara serta air mampu diserap dengan baik oleh tanaman.


Cara Cara Menanam Padi


Cara cara menanam padi yang baik diperlukan untuk menghindari segala kendala. Tentunya selama masa penanaman padi hingga masa panen, banyaknya kendala yang bisa terjadi seperti serangan hama dan pengelolaan lahan yang kurang tepat itu sangat sering terjadi.

cara menanam padi


 Inilah cara cara menanam padi, Selain nilai kebutuhannya, tanaman padi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Seperti sudah diketahui oleh masyarakat di Indonesia, nilai jual beras sangatlah tinggi dan pasti laku tidak mungkin tidak laku. Oleh karena itu, diharapkan semakin bertambah para petani yang mengembangkan budidaya tanaman padi ini. Berikut adalah cara cara menanam padi :

1. Persiapan media tanam

Media tanam untuk menanam padi haruslah disiapkan minimal dua minggu sebelum penanaman. Persiapan dilakukan dengan mengolah tanah sebagai media tanam. Tanah harus dipastikan bebas dari gulma dan rumput liar. Jangan sampai pertumbuhan tanaman padi terganggu karna adanya berbagi nutrisi dengan air dan rumput-rumput liar.

2. Pemilihan sebuah bibit

Bibit pada sebuah padi harus melalui pengujian terlebih dahulu untuk menentukan kualitasnya. Pengujian dilakukan dengan merendam benih padi dalam air yang akan mau di tanamkan. Setelah dua jam periksalah benih tersebut. Jika terdapat lebih dari 90% butir benih mengeluarkan kecambah, maka artinya benih tersebut benar berkualitas unggul dan bermutu tinggi. Tentu benih yang berkualitas unggul dan bermutu tinggi inilah yang layak untuk di tanam dan di dibudidayakan.

3. Persemaian

Persemaian dilakukan setelah menentukan bibit yang unggul. Bibit unggul tersebut kemudian akan disemai di wadah persemaian. Wadah persemaian terlebih dahulu disiapkan. Kebutuhan wadah semai diberikan dalam perbandingan. Seberapa kita menggunakan lahan sawah maka wadah persemaiannya di ukur dengan luas lahan tersebut.

4. Penanaman

Proses penanaman padi. Usia benih yang sudah dapat dipindahkan adalah sekitar 20 hari, dengan ciri-ciri berdaun 5 – 6 helai, tinggi 22 – 25 cm, batang bagian bawah besar dan keras, serta terbebas dari serangan hama. Satu lubang tanam hanya untuk satu benih, dengan kedalaman tanam berkisar 2 cm.

5. Pengairan

Lakukan pengairan secara berkala. Alirkan air ke lahan hingga tanah menjadi becek, tapi tidak sapi terendam air. Biarkan sampai agak kering (sekitar 2 – 3 hari) kemudian lakukan pengairan lagi. Jangan sampai menunggu terlalu lama atau padi bisa rusak. Terlalu banyak air juga bisa merusak akar tanaman.

6. Pengendalian hama

Pengendalian hama harus dilakukan dengan penyemprotan. Formula yang baik bersifat organik bukan kimiawi, jadi beralihlah ke pestisida organik (jika memungkinkan) sesuai dengan jenis hama yang menyerang. Ada beberapa jenis hama misalnya tikus, belalang, Hawar Daun Bakteri, penyakit blas, dll.

7. Panen

Padi siap dipanen bila 90% dari semua bulir sudah menguning. Gunakanlah metode yang sesuai dengan kondisi atau lokasi lahan. Manfaatkan juga alat yang memadahi, bisa alat mesin moderen atau alat mekanis lain.

panen padi


Cara Cara Pemupukan Padi

Untuk memahami pemupukan pada tanaman padi, kita harus mengetahui umur tanaman padi terlebih dahulu. Sekarang ini banyak varietas padi berumur genjah yang dilepas oleh pemerintah.

Teknik pemupukan tanaman padi memang sangat relatif, tidak ada ukuran secara pasti dosis dan waktu yang ditentukan, karena banyak sekali faktor yang harus diperhatikan.

Salah satu contoh dosis, jenis pupuk dan waktu pemupukan yang paling tepat pada tanaman padi sebagai berikut :

  • Pemupukan pertama saat padi berumur 7-10 HST. Pupuk yang digunakan Urea 75 kg/ha, SP-36 100 kg/ha dan KCL 50 kg/ha.
  •  Pemupukan kedua saat tanaman padi berumur 21 HST menggunakan pupuk Urea sebanyak 150 kg/ha.
  • Pemupukan ketiga pada saat umur padi 42 HST menggunakan 75 kg/ha Urea dan 50 kg/ha KCl.

Dari tiga kali pemupukan tersebut, dalam satu musim tanam padi pada luasan 1 hektar membutuhkan pupuk Urea (Nitogen) 300 kg, SP36/TSP (Phospor) 100 kg, dan KCl (Kalium) 100 kg.

Selain pupuk kimia di atas, sangat dianjurkan untuk menambahkan pemberian pupuk organik. Pupuk organik yang dianjurkan berupa pupuk kandang atau kompos jerami, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan serta menggemburkan tanah yang telah padat karena efek penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Maka dari itu pupuk organik ini bersifat dapat mengembalikan sifat-sifat tanah.


Demikian informasi yang saya berikan tentang cara menanam padi yang baik dan menghasilkan. semoga bermanfaat untuk kalian semua. sekian trimakasih dan jangan lupa share ya!

Post a Comment for "Cara Menanam Padi yang Baik dan Menghasilkan"